Sebelum Terjadinya Tsunami, Gunung Anak Krakatau Erupsi Sebanyak 423 Kali

bannerteenseajoy

Gunung Anak Krakatau terus beraktivitas usai tsunami menerjang kawasan wilayah Banten dan Lampung. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Badan Geologi, bahwa tsunami yang terjadi di Selat Sunda beberapa hari lalu, terjadi akibat adanya aktivitas erupsi dari Gunung Anak Krakatau yang sudah erupsi sejak Juni 2018 lalu.

Terbaru, ada beberapa potret dan video yang terpantau dari pesawat Grand Caravan Susi Air pada 23/12/2018. Yang memperlihatkan bagaimana aktivitas gunung tersebut. Erupsinya memang tidak terlalu besar, namun berada pada status waspada (level 2) dengan zona berbahaya sepanjang radius 2 km. Berikut foto-fotonya.

bannerteenseajoy

Dari informasi yang dibagikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki sistem peringatan dini tsunami yang disebabkan longsor bawah laut dan erupsi gunungapi. Yang ada saat ini, hanya ada sistem peringatan dini yang dibangkitkan gempa. Sistem sudah berjalan baik, kurang dari 5 menit setelah gempa BMKG dapat memberitahukan ke publik.

Artikel Asli